Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tanganKu ; tembok-tembokmu tetap di ruang mataKu
Yesaya 49 : 16
Ketika saya di minta untuk melayani di sebuah kumpulan keluarga, ibadah awal tahun 2012, dari mulai ibadah berlangsung sampai di penghujung ibadah ada seorang perempuan muda tepat duduk dihadapan saya. Yang menarik adalah posisi duduk perempuan itu tidak menandakkan dia sedang berada dalam sebuah ibadah, berbeda dengan jemaat yang lainnya. Dengan wajah dipenuhi pergumulan, tidak nampak suka cita diraut wajahnya,meskipun dia tetap menyanyi lagu-lagu puji-pujian. Dan dari awal ibadah berlangsung dalam hati saya berdoa bertanya dan minta Tuhan untuk beritahu kepada saya apa yang terjadi terhadap perempuan itu. karena terus terang saya tidak sejahtera melihat posisinya. Dan setelah ibadah selesai, ketika acara ramah tamah ,saya duduk diantara tamu, perempuan tadi yang ternyata sudah pindah posisi duduknya,mencolek bahu saya dengan sangat lemah, dengan senyum saya menyapa "hai.." lalu saya kembali mengobrol dengan tamu yang lain, tidak berapa lama , dia kembali mencolek bahu saya, dan saya melihat diraut wajahnya seolah ada banyak kata yang ingin dia katakan, saya kembali tersenyum sambil bilang, kamu kenapa ?
sebelum dia menjawab air matanya sudah menetes ,lalu saya bilang "terimakasih Tuhan ,Engkau jawab saya ."
lalu dia tanya, kenapa inang katakan seperti itu ?, saya bilang " saya lihat kamu dari tadi tidak sejahtera, jadi saya minta Tuhan untuk memberitahu saya atau mengirim kamu supaya bicara sama sama saya dan Tuhan jawab saya." Singkat cerita kamipun memiliki waktu untuk berbicara , dan dia mengungkapkan apa yang membuat dia tidak sejahtera, dia mengatakan betapa dia tidak memiliki semangat untuk menjalani tahun ini, karena dia merasa Tuhan sangat jauh, Tuhan tidak memperdulkan dia, Tuhan sangat tidak menginginkan dia bahagia . Dia cerita bagaimana dia mengalami kekecewaan hidup, bagaimana dia menginginkan untuk memiliki teman hidup tahun 2012 ini.
Tuhan tidak pernah jauh, Tuhan tidak pernah tidak mendengar dan Tuhan pasti menginginkan setiap umatNya untuk mengalami kebahagiaan, Persoalannya adalah masih banyak yang meragukan akan apa yang akan Tuhan lakukan dalam kehidupan manusia itu sendiri. Ketakutan, rasa terintimidasi, kekecewaan, rasa rendah diri, rasa tidak mampu berdiri di kaki sendiri, penolakkan adalah contoh yang menghambat manusia/ orang percaya untuk meraih berkat Tuhan. Padahal sesungguhnya Tuhan sudah melukiskan kita ditelapak tanganNya, Dia telah menyediakan berkat-berkat itu untuk kita nikmati dalam tahun 2012 ini, firmanNya katakan tembok-tembokmu ada di ruang mataKu, artinya tidak ada rencana dalam kehidupan kita tanpa sepengetahuan Tuhan. Tidak ada sesuatu yang akan menghalangi kita untuk meraih berkat-berkat Tuhan. Keputusasaan jangan dijadikan sebuah alasan bahwa Tuhan tidak berpihak kepada kita, kadang kita merasa bahwa Tuhan harus lebih mengerti apa yang kita inginkan, benar...tetapi Tuhan lebih tahu apa yang terbaik dalam kehidupan kita, kita tidak berhak mengatur apa yang akan Tuhan lakukan dalam hidup kita, tapi kita harus menyerahkanya dalam kehendak Tuhan. Ada banyak orang yang takut untuk menjalani tahun 2012, ketakutan yang mungkin datang dari dalam diri sendiri, tetapi sesungguhnya Tuhan telah menyediakan untuk kita nikmati berkat Tuhan itu sebab Dia telah melukiskanNya di telapak tanganNya yang kudus itu.
Jangan takut ,mari jalani hari dalam tahun 2012 dengan penuh keyakinan,amin..GBu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar