Entri Populer

Kamis, 27 Maret 2014

MELEPASKAN KEPAHITAN HATI

Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, Akulah Tuhan
Imamat 19 : 18


Saya yakin, setiap kita pernah merasa tersakiti,dan biasanya kalau orang yang telah tersakiti cenderung menjadi pemarah (kalau diingatkan tentang orang yg sedang berlawanan dengannya), menjadi pembenci bahkan memiliki dendam dalam hati untuk membalaskan ketersakitan hatinya. Dan biasanya orang seperti ini akan menunggu moment terbaik untuk membalaskan dendamnya. Ada beberapa contoh kasus kejahatan yang berujung kepada tindakkan kriminal yang dilatar belakangi oleh sakit hati dan dendam. Pertanyaannya apakah boleh Orang Percaya,Anak Tuhan menjadi pelaku dari dari balas dendam ? Bukankah kejahatan harus dibalas dengan kejahatan ? Bukankah kita harus memberi pelajaran kepada orang yang telah melukai hati kita ? mungkin ada beribu pertanyaan yang akan timbul yang akan menjadi pembelaan diri kita untuk membalas kejahatan dengan kejahatan. Tetapi , kebenaran Ilahi (Firman Tuhan) justru mengatakan bahwa pelaku kejahatan terhadap diri kita harus kita kasihi . Wow...how ? Bagaimana mungkin ? kita mengasihi orang yang telah berbuat jahat kepada kita ? Bagi Tuhan ini merupakan sebuah perintah yang harus dilakukan orang yang percaya kepadaNya . Mengasihi seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Melepaskan pengampunan kepada orang yang bersalah adalah membuka peluang penyelamatan dari Allah. Sebab jika kita tidak mengampuni,satu satunya orang yang akan dihukum Allah adalah diri kita sendiri. Tidak memberi pengampunan sama halnya seperti penghalang yang menghalangi pintu menuju hati kita. Untuk menghilangkan penghalang tersebut maka yang harus kita lakukan adalah membuka pintu hati kita dan mempersilahkan pengampunan itu masuk dan memberikannya kepada orang yang berseteru dengan kita. Ketika pintu hati kita sudah tidak terhalangi lagi, maka percayalah rasa sakit hati,luka hati,dendam,kebencian akan terlepas dari diri kita dan kita sedang memberi peluang Allah untuk memulihkan kita. 
Sahabat, tidak satu orangpun di dunia ini yang tidak pernah tersakiti dan tidaak satu orangpun di dunia ini yang tidak pernah tidak menjadi pelaku dari sakit hati atau kejahatan yang lainnya. Dan belum tentu ada satu orang yang menutup hatinya untuk mengampuni . Kita berharap orang yang bersedia membuka hati dan mengangkat penghalang untuk pemulihan itu adalah kita,sehingga terbukalah berkat yang akan Tuhan berikan dalam hidup kita, secara khusus berkat damai sejahtera,ada suka cita yang melingkupi hati kita. Lalu siapakah yang akan membalaskan dendam kita ? mungkin itu pertanyaan kita, Tuhanlah yang berhak menghakimi dan membalaskan dendam kita. Tugas kita hanya mengasihi dan melepaskan pengampunan ,seperti kita mengasihi diri kita sendiri,amin (ldp.27.03.14)

Jumat, 26 Oktober 2012

Janji Tuhan diperbaharui


Ep. Mazmur 127 : 1 – 5
Ev. Yeremia : 7 – 9
Saudara….
Setiap orang pernah merasa putus asa ! hoplees, bahkan pernah mengalami suatu masa dimana merasa bahwa segala sesuatu seolah olah tidak ada artinya: melakukan ini atau itu seolah olah sia sia, mencari pertolangan kesana kemari seolah olah tidak ada yang akan menolong, meminta kepada Tuhan seolah olah tidak di dengar. Apa yang harus di perbuat ?
→ cuex : tidak perduli akan keadaan yang terjadi
→ Berdiam diri :
→ Mengakhiri diri
→ Terus berjuang
Di segala situasi seperti ini banyak orang tidak tau harus berbuat apa , padahal sesungguhnya disituasi seperti inilah orang harus berbuat sesuatu. kalau kita mau keluar dari situasi yang tidak menyenangkan maka yang harus kita lakukan adalah keluar dari situasi tersebut! Mis : kalau kita merasa kondisi rumah tangga kita tidak berada di dalam damai sejahtera maka yang harus kita lakukan adalah mencari jalan damai sejahtera itu/mencari jalan untuk keluar dari kondisi yg tidak damai sejahtera itu, memulihkan kondisi seperti semula.
Karena bagaimanapun hidup adalah suatu proses untuk mencapai suatu Tujuan, dan setiap proses akan mengalami suatu perjalanan yang panjang dan di perjalanan yang panjang itu akan banyak yang dialami seseorang untuk membuktikan ketahanan dan kesanggupan dalam proses tersebut.
Bangsa Israel pernah mengalami situasi seperti ini , mereka mengalami  krisis iman,krisis pengharapan
Dan merasa seolah olah hidup tidak punya arti. Peristiwa tersebut terjadi ketika bangsa Israel akan dikembalikan secara umum (ayat.2-22) dan Yehuda secara khusus (ay.23-26) kenegri kelahiran mereka yakni Yerusalem. Umat Allah akan sekali lagi hidup bersama Dibawah berkat Allah. Dalam nats ini jelas sekali dikatakan /diberitakan janji pembaharuan tersebut kepada sisa-sisa bangsa Israel Allah mengikat perjanjianNya (2). Ada data yang mencatat tentang pengembalian bangsa Israel yang dilakukan : tahun 722SM oleh orang Asyur ,thn 605,597sm oleh orang Babel dan sampai saat ini proses tersebut tetap berlangsung sampai saat ini sampai saatnya nanti semua kembali (ay.8) ke Yerusalem.
Saudara…
Yang menjadi persoalan adalah : ketika proses pengembalian itu bangsa Israel tidak berada di dalam pengharapan yang teguh . ketika kita mengalami sebuah proses dari kehidupan yang Allah berikan Allah menginginkan dari kita hanyalah “tetap” berpegang teguh pada pengharapan bahwa setiap akhir dari sebuah proses tadi akan menghasilkan sesuatu yang indah ketika kita berada dalam pengharapan. “kupu kupu tidak akan menjadi kupukupu yang indah kalau dia tidak mau diprose dari mulai kepompong,ulat kemudian baru menjadi kupukupu, demikian juga dengan hidup kita. Bangsa Israel lupa bahwa Tuhan telah berjanji akan menyelamatkan mereka, akan memperbaharui kehidupan mereka , akan membawa mereka kembali  ketanah kelahiran mereka  karena kasihNya yang kekal (3) dan komitmennya kepada Abraham (Kej.15:7-21) dan dengan Israel (Kel.19:3-8;Ul.28:1-3).. janji yang terus diperbaharui Allah, janji yang berasal dari kekekalan kembali kepada kekekalan . Israel akan memiliki sukacita,damai sejahtera,kemakmuran dan persekutuan yang baru di dalam Tuhan janji itu yang dilupakan bangsa Israel.
Saudara…
Siapa yang dapat mengukur kasih Allah ? Alkitab kita merupakan sebuah pewahyuan atas fakta bahwa Allah adalah kasih. Ketika kita mengkotbahkan keadilan itu adalah keadilan yang diimbangi dengan kasih ,ketika kita mengkotbahkan Kebenaran itu adalah Kebenaran yang didirikan di atas kasih, ketika kita mengkotbahkan penebusan dosa itu adalah penebusan yang dilakukan karena kasih, bersumber pada kasih diselesaikan oleh kasih. Itulah Janji Allah yang kekal.
Saudara…
Yeremia datang mengingatkan kembali kepada bangsa Israel tentang janji tersebut. Dia mengatakan untuk menantikan janji tersebut ada yang harus dilakukan oleh bangsa Israel tersebut yaitu :
1.      Bersorak sorailah/bergembiralah (7)
Salah satu yang menyebabkan seseorang bisa menang dalam pergumulan adalah ketika ada sukacita (Filipi.4:4 :bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan), bagaimana mungkin bisa bersukacita dalam pergumulan ? mengandalkan Tuhan (maz.127:1) jikalau bukan Tuhan…so tidak ada alasan kita untuk tidak mempercayai kuasa Tuhan dan oleh karenanya kita harus tetap bersukacita. Kalau kita baca epistel tadi Maz,127:1-5 digambarkan dengan jelas dalam Nyanyian jiarah tersebut bahwa bangsa Israel emngalami pengaaman yang cukup luar biasa digambarkan bahwa mereka harus mendaki ,menuruni lembah dan mengalami banyak halangan dijalan semuanya itu demi sebuah proses kehidupan yang lebih baik,kekcewaan /kegagalan mereka alami, tetapi itulah konsekwensi dari proses tersebut.  sama halnya dengan kita ,tetapi semuanya itu dapat kita jalani ketika kita mengandaalkan Tuhan dalam sukacita kita .Bersukacita didalam pengharapan adalah hal yang mutlak bagi orang percaya.
2.      Kabarkanlah
Janji keselamatan itu harus diberitakan/dikabarkan kepada semua orang bahwa keselamatan itu sudah/dan sedang kita nikmati . sama halnya dengan Nabi Yeremia yang terus mengingatkan mengabarkan bahwa janji Tuhan itu bersifat kekal. Injil keselamatan bukan hanya milik pribadi tetapi milik semua orang tanpa terkecuali, dan oleh karenanya harus terus diberitakan. Caranya bagaimana ? kabarkanlah ,melalui apa ? melalui pola hidup,tutur kata,sikap dan perbuatan yang menjadi pujian kita kepada Allah. Kita hanya sisa-sisa Israel tetapi kepada kita Alllah berjanji akan menyelamatkan kita oleh karena itu teruslah beritakan InjilNya.
3.      Jadikan Tuhan sebagai Bapa
Dalam proses kehidupan ada banyak air mata yang akan keluar hal ini menandakan betapa beratnya pergumulan itu, tetapi ketika Tuhan kita jadikan Bapa pelindung kita maka janjiNya; Dia akan menghibur kita , dia akan memimpin kita kesungai sungai yang jernih ,Dia akan membawa kita kejalan yang rata agar kita tidak tersandung dan yang teristimewa kita akan dijadikan anakNya yang sulung. Itulah janjiNya yang kekal itu.
Saudara…
Hidup adalah sebuah proses , sebagaimana pemazmur dalam Nyanyian ziarahnya menekankan kepada kita bahwa perjalanan masih panjang karena kita adalah pejiarah2 itu,dan dalam perjalanan tersebut kita akan menemukan tantangan tantangan yang akan membuat kita belajar dalam proses kehidupan tersebut sampai pada akhirnya kita berhenti atau sampai pada Tujuan yang Allah berikan. Kuncinya hanya satu “Hidup beeerharap terus kepada Tuhan.” Oleh karena itu ,jadikan Tuhan sebagai juru mudi dalam kehidupan kita,maka kita akan menang dalam proses tersebut,amin.
-----------------gkps.kana.ckr.28/10/12------------------


Rabu, 03 Oktober 2012

Merindu

Merindukkanmu dalam diamku bagaikan menanti hujan ditanah gersang
Riakmu entah kenapa tak mampu kudengar
siluetmupun entah mengapa tak mampu kugambar
aku kehilangan rona merahmu di senja yang menghalangi langkahku
aku kehilangan debur ombak yang senantisa berlari mengikutiku
aku kehilangan cahaya yang pernah menerangiku
entahlah...
aku tak mampu mampu menghalangi rindu yang selalu memburu
aku tak mampu berdiam dalam riak gelombang rinduku
aku tak mampu menangkap asa yang berat menghalangiku
aku tak mampu menutup bayangmu dalam kegelapan malamku
Merindukkanmu dalam diamku mungkin hanya akan menambah lukaku
senyummu bagaikan duri yang tak rela untuk berbagi
tatapmu bagaikan matahari yang menyengat begitu hangat
ahk...
aku terjebak dalam rindu yang membelenggu

Pengakuan Diri

Banyak orang saat ini membicarakan tentang "tawuran" secara khusus tawuran anak sekolah. Sangking maraknya sampai sampai hampir setiap saat stasiun Tv, media cetak bahkan hampir setiap hari mengulasnya dan sudah barang tentu mdengan para pakar pakar yang super canggih dari berbagai bidangnya yang khusus menangani atau bahkan concern terhadap masalah ini. Tetapi pertanyaannya apakah selesai persoalan hanya dengan mendiskusikannya saja ? lalu bagaimana kelanjutannya ? apakah feedback nya kepada kita sebagai orang orang yang perduli akan karakter anak bangsa ini ? menurut saya hal ini tidak hanya sampai disini saja , yang harus kita telusuri adalah bagaimana kita sebagai orang yang prihatin (mungkin ada diantara kita yg memiliki anak dalam usia tersebut) dan dapat mencarikan solusi bahkan menerapkannya disekitar kita.. menurut hemat saya hal ini sudah multi kompleks ,tidak hanya dapat dilihat dari sudut psikologi pelaku dari tawuran itu sendiri, tetapi termasuk juga lingkungan sekolah , lingkungan rumah dalam hal ini orangtua bahkan lingkungan sekitar dimana anak anak tersebut bertumbuh. menurut pandangan Prof.Dr.Kommaruddin Hidayat dalam tulisanya di Seputar Indonesia, beliau mengatakan "terdapat sturuktur kejiwaan lain dalam theory archetype yang memeperngaruhi karakter seseorang untuk menjadi pelaku tawuran yang disebut Wanderer , yaitu : kecenderungan seseorang untuk menjadi pengelana,pengembara,penziarah atau senang keluyuran. Tetapi meskipun demikian apapun masalahnya sesungguhnya yang perlu dikaji ulang adalah bagaimana sistem Ahlak terhadap pertumbuhan psikolgi anak anak tersebut. Kenapa Tawuran menjadi sarana mereka mengekspresikan Wanderer mereka ? hal itu dengan mudah dijawab, karena mereka tidak memeiliki media yang mungkin dapat membuat mereka dengan bebas mengekspresikan apa yang ada dalam diri mereka . Media apakah yang mereka inginkan ? salah satu media yang mereka inginkan adalah pengakuan eksistensi mereka terhadap pertumbuhan dan perkembangan mereka disekitar mereka. Secara khusus di keluarga mereka . Hal ini yang seharusnya menjadi catatan penting, bahwa adanya  pengakuan diri itu penting, mengakui keberadaan mereka, mengakui kekurangan mereka bahkan mengakui kelebihan mereka di lingkungan keluarga mereka sendiri sehingga dengan demikian keluarga akan menjadi media pertama dalam pengembangan karakter diri.

Senin, 24 September 2012

JanjiMu kusimpan dihatiku...

DALAM HATIKU AKU MENYIMPAN JANJIMU , SUPAYA AKU JANGAN BERDOSA TERHADAP ENGKAU 
MAXMUR 119 : 11

Alkitab yang ada dalam genggaman kita bukan hanya sekedar buku yang berisi cerita cerita yang menakjubkan tetapi lebih kepada buku yang berisi firman Allah, pengajaran,berkat bahkan tutunan kehidupan yang bersifat abadi. di dalamnya tertulis JANJI Allah akan umatNya, janji yang terus diperbaharui sepanjang hari...janji yang diberikan kepada umat yang mempercayai penulisan dalam buku kebenaran yang terus terpaut kepada Allah. Pemazmur mengatakan ia akan menyimpannya di dalam hati,supaya dia jangan berdosa...janji manusia adakalanya manis dimulut ,enak didengar ditelinga bahkan manusia sering terbuai dibuatnya, tetapi apakah manusia menepatinya ? hmm...mungkin sebagian ya tetapi sebagian lagi lebih banyak yang mengabaikannya bahkan melupakannya. ketika kita berjanji ada konsekwensinya yaitu bahwa janji itu bukan saja kita ucapkan kepada siapa kita berjanji melainkan didengar oleh Tuhan, oleh sebab itu jangan pernah berjanji kalau pada akhirnya kita tidak menepatinya maka kita akan berdosa dihadapaan Tuhan. Tuhan tidak pernah melupakan janjiNya,cepat atau lambat  Dia akan menepatinya, oleh karena itu setialah menantinya..amin...:)

Rabu, 09 Mei 2012

Roma 10 : 13-21

Ada 3 hal yang membuat Firman Allah tidak sampai pada tujuannya :
1. Tidak ada pemberitanya
2.Tidak ada pendengarnya
3. Tidak ada iman terhadap Firman Tuhan
Ket :
1. Injil keselamatan dan kabar baik /kelepasan manusia menjadi titik sentral keKristenan dan janji keselamatan harus sampai pada alamat yang jelas (Markus.16:15) pergilah keseluruh dunia,beritakanlah Injil kesegala mahluk. ini artinya : tugas pemberitaan Injil merupakantanggungjawab setiap orang percaya.

Senin, 07 Mei 2012

Tuhan , kenapa kami berbeda ?

Tuhan, kenapa Kau ciptakan kami berbeda ?
Warna kulitku  tidak sama dengan kulitnya
Bola mataku tidak selebar bola matanya
Kulit hitamku tidak secoklat kulitnya
Hidungku tidak sebangir hindungnya
Tipis rambutku tidak setebal rambutnya
Bahasaku tidak sebahasa dengannya
Fikiranku tidak sepaham dengannya
Caraku berbicara tidak selembut dia berbicara
Pandanganku tentang arti kehidupan tidak sama dengannya
Aku suka pada keberagaman
Aku suka multikultural
Aku suka caranya berfalsafah
Aku suka caranya memandang sebuah persoalan
Aku suka caranya mengkritik dengan kearifan
Aku suka caranya membalut kebersamaan
Aku suka caranya memaparkan apa itu perbedaan
Aku suka caranya melihat sebuah persoalan
Aku suka caranya mengingatkan bahwa
Kami memang Engkau ciptakan berbeda
tetapi bukan untuk dibedakan
bukan untukk membedakan
Bukan untuk mengasingkan
Bukan untuk Memisahkan
Bukan untuk saling menindas
Tetapi
Untuk bersama menerima sebuah perbedaan
Dalam warna yang akan menghiasi dunia kami
Tetapi
Untuk saling ada memberi topangan kekuatan
Dalam kancah kehidupan kami
Tetapi
Untuk ada sebagaimana Engkau menciptkan kami...
Tuhan , Kenapa kami diciptakan berbeda....????