Entri Populer

Jumat, 26 Oktober 2012

Janji Tuhan diperbaharui


Ep. Mazmur 127 : 1 – 5
Ev. Yeremia : 7 – 9
Saudara….
Setiap orang pernah merasa putus asa ! hoplees, bahkan pernah mengalami suatu masa dimana merasa bahwa segala sesuatu seolah olah tidak ada artinya: melakukan ini atau itu seolah olah sia sia, mencari pertolangan kesana kemari seolah olah tidak ada yang akan menolong, meminta kepada Tuhan seolah olah tidak di dengar. Apa yang harus di perbuat ?
→ cuex : tidak perduli akan keadaan yang terjadi
→ Berdiam diri :
→ Mengakhiri diri
→ Terus berjuang
Di segala situasi seperti ini banyak orang tidak tau harus berbuat apa , padahal sesungguhnya disituasi seperti inilah orang harus berbuat sesuatu. kalau kita mau keluar dari situasi yang tidak menyenangkan maka yang harus kita lakukan adalah keluar dari situasi tersebut! Mis : kalau kita merasa kondisi rumah tangga kita tidak berada di dalam damai sejahtera maka yang harus kita lakukan adalah mencari jalan damai sejahtera itu/mencari jalan untuk keluar dari kondisi yg tidak damai sejahtera itu, memulihkan kondisi seperti semula.
Karena bagaimanapun hidup adalah suatu proses untuk mencapai suatu Tujuan, dan setiap proses akan mengalami suatu perjalanan yang panjang dan di perjalanan yang panjang itu akan banyak yang dialami seseorang untuk membuktikan ketahanan dan kesanggupan dalam proses tersebut.
Bangsa Israel pernah mengalami situasi seperti ini , mereka mengalami  krisis iman,krisis pengharapan
Dan merasa seolah olah hidup tidak punya arti. Peristiwa tersebut terjadi ketika bangsa Israel akan dikembalikan secara umum (ayat.2-22) dan Yehuda secara khusus (ay.23-26) kenegri kelahiran mereka yakni Yerusalem. Umat Allah akan sekali lagi hidup bersama Dibawah berkat Allah. Dalam nats ini jelas sekali dikatakan /diberitakan janji pembaharuan tersebut kepada sisa-sisa bangsa Israel Allah mengikat perjanjianNya (2). Ada data yang mencatat tentang pengembalian bangsa Israel yang dilakukan : tahun 722SM oleh orang Asyur ,thn 605,597sm oleh orang Babel dan sampai saat ini proses tersebut tetap berlangsung sampai saat ini sampai saatnya nanti semua kembali (ay.8) ke Yerusalem.
Saudara…
Yang menjadi persoalan adalah : ketika proses pengembalian itu bangsa Israel tidak berada di dalam pengharapan yang teguh . ketika kita mengalami sebuah proses dari kehidupan yang Allah berikan Allah menginginkan dari kita hanyalah “tetap” berpegang teguh pada pengharapan bahwa setiap akhir dari sebuah proses tadi akan menghasilkan sesuatu yang indah ketika kita berada dalam pengharapan. “kupu kupu tidak akan menjadi kupukupu yang indah kalau dia tidak mau diprose dari mulai kepompong,ulat kemudian baru menjadi kupukupu, demikian juga dengan hidup kita. Bangsa Israel lupa bahwa Tuhan telah berjanji akan menyelamatkan mereka, akan memperbaharui kehidupan mereka , akan membawa mereka kembali  ketanah kelahiran mereka  karena kasihNya yang kekal (3) dan komitmennya kepada Abraham (Kej.15:7-21) dan dengan Israel (Kel.19:3-8;Ul.28:1-3).. janji yang terus diperbaharui Allah, janji yang berasal dari kekekalan kembali kepada kekekalan . Israel akan memiliki sukacita,damai sejahtera,kemakmuran dan persekutuan yang baru di dalam Tuhan janji itu yang dilupakan bangsa Israel.
Saudara…
Siapa yang dapat mengukur kasih Allah ? Alkitab kita merupakan sebuah pewahyuan atas fakta bahwa Allah adalah kasih. Ketika kita mengkotbahkan keadilan itu adalah keadilan yang diimbangi dengan kasih ,ketika kita mengkotbahkan Kebenaran itu adalah Kebenaran yang didirikan di atas kasih, ketika kita mengkotbahkan penebusan dosa itu adalah penebusan yang dilakukan karena kasih, bersumber pada kasih diselesaikan oleh kasih. Itulah Janji Allah yang kekal.
Saudara…
Yeremia datang mengingatkan kembali kepada bangsa Israel tentang janji tersebut. Dia mengatakan untuk menantikan janji tersebut ada yang harus dilakukan oleh bangsa Israel tersebut yaitu :
1.      Bersorak sorailah/bergembiralah (7)
Salah satu yang menyebabkan seseorang bisa menang dalam pergumulan adalah ketika ada sukacita (Filipi.4:4 :bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan), bagaimana mungkin bisa bersukacita dalam pergumulan ? mengandalkan Tuhan (maz.127:1) jikalau bukan Tuhan…so tidak ada alasan kita untuk tidak mempercayai kuasa Tuhan dan oleh karenanya kita harus tetap bersukacita. Kalau kita baca epistel tadi Maz,127:1-5 digambarkan dengan jelas dalam Nyanyian jiarah tersebut bahwa bangsa Israel emngalami pengaaman yang cukup luar biasa digambarkan bahwa mereka harus mendaki ,menuruni lembah dan mengalami banyak halangan dijalan semuanya itu demi sebuah proses kehidupan yang lebih baik,kekcewaan /kegagalan mereka alami, tetapi itulah konsekwensi dari proses tersebut.  sama halnya dengan kita ,tetapi semuanya itu dapat kita jalani ketika kita mengandaalkan Tuhan dalam sukacita kita .Bersukacita didalam pengharapan adalah hal yang mutlak bagi orang percaya.
2.      Kabarkanlah
Janji keselamatan itu harus diberitakan/dikabarkan kepada semua orang bahwa keselamatan itu sudah/dan sedang kita nikmati . sama halnya dengan Nabi Yeremia yang terus mengingatkan mengabarkan bahwa janji Tuhan itu bersifat kekal. Injil keselamatan bukan hanya milik pribadi tetapi milik semua orang tanpa terkecuali, dan oleh karenanya harus terus diberitakan. Caranya bagaimana ? kabarkanlah ,melalui apa ? melalui pola hidup,tutur kata,sikap dan perbuatan yang menjadi pujian kita kepada Allah. Kita hanya sisa-sisa Israel tetapi kepada kita Alllah berjanji akan menyelamatkan kita oleh karena itu teruslah beritakan InjilNya.
3.      Jadikan Tuhan sebagai Bapa
Dalam proses kehidupan ada banyak air mata yang akan keluar hal ini menandakan betapa beratnya pergumulan itu, tetapi ketika Tuhan kita jadikan Bapa pelindung kita maka janjiNya; Dia akan menghibur kita , dia akan memimpin kita kesungai sungai yang jernih ,Dia akan membawa kita kejalan yang rata agar kita tidak tersandung dan yang teristimewa kita akan dijadikan anakNya yang sulung. Itulah janjiNya yang kekal itu.
Saudara…
Hidup adalah sebuah proses , sebagaimana pemazmur dalam Nyanyian ziarahnya menekankan kepada kita bahwa perjalanan masih panjang karena kita adalah pejiarah2 itu,dan dalam perjalanan tersebut kita akan menemukan tantangan tantangan yang akan membuat kita belajar dalam proses kehidupan tersebut sampai pada akhirnya kita berhenti atau sampai pada Tujuan yang Allah berikan. Kuncinya hanya satu “Hidup beeerharap terus kepada Tuhan.” Oleh karena itu ,jadikan Tuhan sebagai juru mudi dalam kehidupan kita,maka kita akan menang dalam proses tersebut,amin.
-----------------gkps.kana.ckr.28/10/12------------------


1 komentar:

  1. Play Live Dealer Casino Games - JtmHub
    Play Live Casino Games with 김천 출장샵 real dealers and online slots - 강원도 출장샵 Instant 영주 출장마사지 Play! Get started now! No 구미 출장안마 download required, 청주 출장안마 real money no deposit bonuses.

    BalasHapus